Beranda > Konsultasi Agama > BAGAIMANA CARA MENGHITUNG HARI AQIQAH?

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG HARI AQIQAH?

كيف يتم حساب يوم العقيقه للمولود

السؤال

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بارك الله فيك ونفع الله بك الإسلام والمسلمين

ولد لي طفل يوم السبت الساعة السابعة مساءً ، متى يكون يوم العقيقة هل يحسب يوم ولادته من يوم السبت ام من يوم الأحد؟

الاجابة

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد: السنة في العقيقة أن تذبح في اليوم السابع من ولادة الطفل بحيث يحسب يوم الولادة ، فتبدأ الحساب من يوم الأحد وذلك لأنه ولد بعد غروب الشمس من يوم السبت ولا تحسب يوم السبت الذي ولد فيه.، فتعق عنه يوم السبت.

BAGAIMANA CARA MENGHITUNG HARI AQIQAH?

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warohmatullaahi wabarakaatuh
Mudah-mudahan Allah memberkahi Anda, dan menjadikan Anda bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin.
Putra saya telah lahir pada hari sabtu jam tujuh malam. Kapankah hari aqiqahnya? Apakah hari kelahirannya adalah hari sabtu atau hari Ahad?

Jawaban:
Alhamdulillaah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau dan seluruh sahabat beliau. Wa ba’du.
Sunnahnya dalam aqiqah, adalah binatangnya disembelih pada hari ke tujuh dari kelahiran bayi. Dimana hari kelahiran bayi juga ikut dihitung. Maka Anda mulai menghitungnya dari hari Ahad. Hal itu karena bayi ini dilahirkan setelah terbenamnya matahari pada hari sabtu, sehingga Anda tidak menghitung hari sabtu, hari kelahiran bayi tersebut. Maka Anda melaksanakan aqiqah pada hari Sabtu (yang akan datang-pent).

Dijawab oleh Syaikh Khalid bin Ali al-Musyaiqih – hafizhahullaah Dalam situs resmi beliau. No fatwa: 35051. Tanggal fatwa: 10 Dzulqa’dah 1430H-29 Oktober 2009.
Diterjemahkan dari:
http://www.almoshaiqeh.com/index.php?option=com_ftawa&task=view&id=35051&catid=&Itemid=35

——-

* Pertanyaan sejenis pernah ditanyakan dalam kajian rutin ahad pagi di Masjid Kampus UGM Yogya. Kajian rutin tafsir al Qur’an yang diasuh oleh ust Ridwan Hamidi, Lc. Kajian ini diselenggarakan oleh Jamaah Shalahuddin UGM. Alhamdulillah, kajian ini sudah berlangsung hampir 10 tahun. Mudah-mudahan jawaban ini juga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan yang dulu pernah mengikuti kajian rutin tersebut dan sekarang sudah tidak tinggal di Yogyakarta.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: